Menjadi Diri Sendiri

Di tahun 1930, Muhammad Assad dalam satu bukunya “Islam at The Crossroad” mengungkapkan bahwa negara dengan kekuatan ekonomi dan militer yang kuat cenderung menjadi kekuatan yang akan mengkooptasi negara-negara lemah lainnya. Adakah tata dunia yang adil?

Tahun 80-an ketika masih SD, salah satu muatan kurikulum yg generasi saya nikmati adalah: bahwa globalisasi adalah keniscayaan yang pasti akan datang, dan kita harus menyiapkan diri untuk menyongsongnya.

Beberapa tahun ini saya sadar kalau kita lagi mengalami doktrinasi yang tidak sehat. Seolah-olah dengan muatan pendidikan seperti itu, globalisasi adalah sebuah kemewahan, kalau tak ikut maka kita tidak ikut trend, kalau tak ikut trend tak sejajar. Tak ada seorang guru pun yang mengatakan bahwa globalisasi (atau liberalisasi??) itu mempunyai sisi-sisi kelam yang akan menjebak negara berkembang seperti Indonesia.

Saat ini terjadi krisis pangan global, alhamdulillah pada saat yg tepat Indonesia masih mencukupi cadangan berasnya. Tapi apa petani-petani kita jadi sejahtera? TIDAK!!! Wong cari pupuk saja susah, pemerintah tak bisa menjamin harga gabah dari petani. Petani-petani negara maju itu disubsidi habis-habisan oleh pemerintahnya, tapi di WTO kita dilarang mensubsidi petani-petani kita. Setan IMF pun mengharamkan praktik subsidi itu. Itu satu contoh saja dari teori ngawur IMF dan kroni-kroninya di Indonesia. Belum lagi liberalisasi di seluruh sektor kehidupan, bahkan sampai sektor sumber daya air.

Sampai kapan pun Indonesia ini nggak akan makmur kalau tak punya keinginan kuat menjadi diri sendiri, karena banyak inisiatif global yang sebenarnya tak terlalu sesuai dengan kekinian negara ini. Bagaimana mungkin Indonesia yang punya sumberdaya alam migas malah kalah tawar dibandingkan perusahaan-perusahaan migas dan tambang dari amerika dan eropa itu? Dari perspektif SDM, sangat disayangkan SDM-SDM terbaik kita hanya sekedar jadi employee di perusahaan-perusahaan itu, cuma karena mereka berani kasih gaji paling tinggi pada fresh graduate dibandingkan perusahaan-perusahaan lain. Sudah resource kita diambil, SDM terbaik kita pun diambilnya pula.

****

Menemukan konsep diri, apa pontensi diri, mau jadi apa, bagaimana caranya, adalah satu tahap perkembangan hidup yang semua orang pasti akan temui. Ada yang sangat sukses, biasa-biasa saja atau malah gagal. Menurut orang-orang yang telah sukses melalui tahap ini, salah satu kuncinya adalah menjadi diri kita sendiri. Setiap orang yang akan kita temui mungkin akan punya komentar sendiri-sendiri atas apa yang kita sedang usahakan. Mempunyai konsep diri yang kuat akan memfilter hal-hal seperti itu, tetap selektif memilih yang konstruktif, tetapi tak terjebak arus hanya karena takut dibilang begini begitu…

Orang-orang besar mempunyai konsep diri yang sangat kuat, sehingga mampu membuat mainstream sendiri yang banyak diikuti orang lain. Semoga kita di situ… Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: