6 jam di Hang Nadim

Hari ini ada agenda survey di Batam. Ini perjalanan pertama ke Batam. Menginjakkan kaki di Bandara Hang Nadim, kesannya memang langsung berbeda dengan bandara-bandara di Jawa: lebih simple, futuristik dan bersih. Cerita dari sopir taksi, kontraktornya dari korea. Yg membedakan lagi, keluar dari pintu keluar, langsung panorama perbukitan. Keluar dari bandara, langsung disergap jalan rapi dan lebar, kanan-kiri masih asri. Rasanya jauh lbh nyaman dibandingkan dengan perjalanan ke Cengkareng, penat rasanya kepala…

Cuma 3 jam saja survey, karena hanya konfirmasi desain. Jam 12 lbh sedikit sudah di bandara, padahal pesawat jam 18.15. Nunggu 6 jam di bandara!! Untunglah batere labtop masih bisa 2 jam, shg masih disambi kerja. Di ruang tunggu ada wifi dari telkom, free dan cepat. ALhamdulillah, menghemat dibanding harus pakai IM2 yg di bandara cuma bisa GPRS. Apa karena card vodafone-ku yg kuno?

Hand Nadim adalah nama satu raja melayu, begitu kata sopir taksi yg ngantar balik ke bandara. Dalam perjalanan ke Bandara ada danau yg katanya untuk tandon air bersih Batam, 1 dari 2 yg ada di Batam. Satunya lagi airnya katanya destilasi dari air laut.

Batam, see you at next week: my second flight to Batam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: