Filosofi enterpreneurship

Dalam satu training enterpreneurship di Daarut Tauhiid beberapa tahun lalu, Aa Gym dalam salah satu sesinya menjelaskan cara pandang beliau tentang kriteria sukses berbinis secara islami:

Niatnya benar untuk beribadah,

Dilakukan secara profesional dan memegang akhlaqul karimah,

Menunaikan kewajiban berbagi kepada yang berhak setelah mendapatkannya.

Jadi itulah rejeki buat seorang muslim. Jadi rejeki itu tak sekedar kita dapat keuntungan dari bisnis kita. Berniat lurus  dan mengejar dengan tetap memegang nilai-nilai adalah rejeki juga. Dan sebenarnya yang kita infaqkan untuk berbagi setelah kita mendapatkan keuntungan dari berbisnis, itulah rejeki yang hakiki. Jadi ada dimensi tauhid, profesionalisme dan sosial dalam berbisnis itu.

Dasar dari seluruh cara pandang ini adalah logika tauhid dalam satu ayat Al Qur’an, bahwa rejeki itu urusan Allah, urusan manusia adalah berikhtiar secara benar. Dalam satu ayat dijelaskan: “Dan barangsiapa bertakwa, AKU jadikan buat dia makhraja (Jalan keluar dari berbagai kesulitan), dan AKU rejekikan kepadanya dari arah yang tak disangka-sangka”.

Berbisnis di kultur timur dan melayu seperti Indonesia kata banyak orang tak terlepas dari lobi. Banyak yang bilang lobi lebih penting dibandingkan profesionalisme. Benarkah? Kalau secara faktual seperti itu, berarti ada yang salah dalam tata sosial kita. Kalau lobi di atas segalanya, maka kualitas pekerjaan jadi nomor dua, dan praktik-praktik tak normal seperti KKN adalah konsekuensi logis dari norma yang sudah tak normal ini.

Kalau seorang Goethe saja bisa mewariskan kata mutiaranya: “Selalu banyak keajaiban setelah langkah pertama”, dalam perspekti filosofi bisnis seperti di atas “keajaiban-keajaiban” itu adalah sebuah makhraja dan rejeki tak disangka-sangka. Tapi itu ada tiketnya, yaitu ikhtiar. Ikhtiar itu tak sekedar berusaha, ikhtiar yg optimal itu tak bisa tidak harus disertai atribut profesionalisme. Marketing tetap penting, itu bagian dari profesionalisme, termasuk juga lobi. Tapi di sini jadinya lobi bukan segalanya. Saya yakin ada rahasia besar di balik seluruh rejeki yang kita terima, yaitu hikmah Allah. Allah Maha Tahu, apa yang kita sangka baik buat kita belum tentu baik menurut Allah buat kita, atau sebaliknya. Selama ikhtiar kita lurus dan sampai titik optimal, cukuplah tawakal sesudahnya, dan setelah itu hikmah Allah akan memilihkan yang terbaik buat kita.

Gampang menuliskannya, setengah mati melaksanakannya. Semoga kita bisa tetap lurus…

3 Responses to Filosofi enterpreneurship

  1. Rasanya mencari pengusaha yang benar – benar jujur dalam menjalankan usahanya saat ini sangat sulit, karena manusia tempat salah, tetapi manusia yang paling berslah adalah mereka yang tidak pernah mau belajar dari kesalahan yang sudah diperbuatnya, kita belakangan ini seringkali lebih mengejar urusan duniawi, karena kita beranggapan tuhan maha pengampun dan pemaaf jadi kita seringkali tidak berlaku jujur, apalagi dalam urusan lobby melobby, banyaknya korupsi juga karena para pengusaha tidak menjalankan cara – cara yang jujur dan sesuai dengan perintah Allah, banyak kita temui di pasar – pasar di kepala mereka terduduk kopiah “Haji” tapi dalam menetapkan harga juga penuh dengan tipu muslihat. bagaimana menurut rekan – rekan

    http://walhamri-wahid.blogspot.com

  2. Basuki says:

    Terima kasih kunjungannya Pak. Ku-add di listku ya.
    Setuju pak, saya sebenarnya berkontemplasi saja, itung-itung sambil menguatkan diri, sambil terus belajar.

    Dalam tulisan ini, saya pakai referensi dari Islam, tapi saya yakin semua agama mempunyai pendekatan yang mirip tentang hal ini. Intinya, berwirausaha itu bukanlah tujuan. Berwiraswasta itu hanya pilihan jalan, sedangkan tujuannya adalah kebermaknaan kehidupan dunia akhirat.

  3. aron says:

    Bagus mas….artikel nya,
    Saya juga pernah menarik kesimpulan dari sebuah Biographi seorang AA Gym, ketika beliau menjalankan usaha yang dia lakukan cuman 3 kata :
    “Dzikir, Pikir dan Ikhtiar”…..
    Semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: