Kemarin di Denmark, sekarang di Indonesia

Belum lama dunia Islam diharu-biru oleh kartun muhammad, yang menghinakan Rasulullah SAW. Sekarang di Indonesia, dengan kartun yang diposting di blog wordpress. Jelas-jelas ini yang membuat adalah orang Indonesia. Saya tak kuat membaca sampai akhir, benar-benar terkutuk si pembuat tulisan itu. Saat membuat komentar di blognya, terasa sudah di ubun-ubun kemarahan ini, kalau ada di depan saya sudah saya mungkin saya sudah hajar habis-habisan itu orang. Tapi bukan seperti itu yang dicontohkah Rasulullah, makanya saya kuat-kuatkan tetap menulis dengan baik.

Mengapa?

Ada dua sebab utama saya melakukan itu:

  1. Dari sekian milyar orang islam sejak jaman Rasulullah, jika ditanya siapakah orang yang paling dahsyat dihinanya dan menderita karena memegang teguh Islam, tentu saja jawabannya adalah RASULULLAH. Dijuluki gila, tukang sihir dan panggilan-panggilan sejenisnya adalah makanan tiap hari beliau ketika fasa Makah. Bahkan pernah ketika Rasulullah ketika sholat, orang-orang kafir menaruh kotoran onta di kepala Rasulullah, sampai-sampai Fatimah menangis dan berurai air mata membersihkan kepala ayah tercintanya dari kotoran onta tersebut. Apakah Rasulullah membalas dengan menghinakan kembali? TIDAK, sama sekali tidak. Rasulullah tetap berlaku santun dan penuh budi luhur.
  2. Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di dunia saat ini, dibandingkan dengan agama mana pun, khususnya di Amerika dan Eropa. Penghinaan atas Islam dan Rasulullah dengan ide-ide spt di blog itu sudah kedaluarsa, itu dilakukan sejak zaman abad pertengahan, ketika Islam jaya di Cordoba. Saat itu Eropa adalah kegelapan, dan sarjana-sarjana mereka belajar ke pusat-pusat budaya dan ilmu pengetahuan di Cordoba. Saat itulah mulai muncul orang-orang dengan fanatisme sempit atas agamanya seperti itu. Lihat di buku Muhammad, karangan Karen Amstrong untuk detailnya. Penghinaan seperti itu telah terbukti dalam sejarah tak akan membuat Islam jadi semakin lemah. Ah tidak, terlalu sempitlah orang yang punya pikiran seperti itu. Apalagi cara yang dilakukan oleh penulis kartun versi Indonesia itu sangat-sangat jauh dari sisi ilmiah, jangan haraplah itu akan menggugah. Siapa pun yang membaca itu, jika masih berpikiran sehat, pasti akan dapat menangkap kalau tulisan itu sangat jauh dari obyektif. Tak perlu banyak analisa mendalam untuk mengatakan bahwa tulisan itu adalah produk kelas sampah. So, berabad-abad Islam dan Rasulullah telah dihina dengan cara dan isu yang itu-itu saja, dan terbukti Islam tetap berkembang dengan penuh kearifan.

So, buat yang menulis tulisan sampah seperti itu, percayalah nggak akan ngaruh itu tulisan Anda. Alih-alih Anda mau menyampaikan kebenaran menurut versi Anda, sekarang malah terbuka lebar-lebar bahwa bukanlah kebenaran yang Anda sampaikan, tapi kebohongan dan KEBODOHAN. Anda membuka sendiri kebohongan dan kebodohan Anda. Sungguh sebuah cara yang menggunakan kecerdasan paling rendah. Apakah Anda tidak belajar dari pendahulu-pendahulu Anda yang telah sesat itu?

One Response to Kemarin di Denmark, sekarang di Indonesia

  1. kuke says:

    “Laa taghdhab”.. ^^ (karena kemarahan itu yang dicari pembuatnya, Mas..)

    *aku udah baca itu..*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: