Copyright or Copyleft?

Salah satu yang menarik dari dunia industri di abad ini adalah istilah Copyright. Kalau kita menemukan sesuatu, maka kita bisa patenkan itu dan jadi copyright kita. Kalau ada orang pakai untuk keperluan komersial, maka kita akan dapat fee atas paten yang kita kembangkan itu. Salah satu parameter kualitas perguruan tinggi yang di level World Class University salah satunya adalah seberapa banyak paten yang bisa dihasilkan oleh dosen atau penelitinya.

Jadi kalau ditelaah lebih dalam, motif dasar dari Copyright tadi adalah bagaimana memberikan nilai ekonomi atas sebuah penemuan.

Di dunia TI Indonesia, Pak Onno Purbo adalah salah satu orang yang penggerak Copyleft. Beliau sangat mudah mensharing apa pun yang telah dikembangkan dan ditemukan oleh beliau. Yang belajar dari penemuan beliau dan kemudian memproduksi untuk dijual, tidak harus membayar paten ke beliau. Di berbagai kesempatan dan banyak tulisan, beliau mengatakan bahwa walaupun saat ini beliau tidak punya pekerjaan tetap, tidak ada satu pun institusi yang menaunginya, tidak ada gajah (baca ITB) yang menaunginya, ternyata beliau sampai saat ini tidak jatuh miskin, malah rejeki berlimpah.

Tidak setuju Copyright bukan berarti boleh membajak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: