Memilihkan sekolah anak

Anak pertama saya tahun ini masuk SD. Sejak tahun lalu saya dan istri was-was mengenai ini. Dulu waktu kami kecil tak ada kebingungan sedikit pun di orang tua kami, lha wong SD-nya ya cuma itu satu-satunya di kampung. 26 tahun kemudian, apalagi sekarang di kota seperti Bandung ini, memilihkan SD buat anak kami jadi titik penting yang harus serius dipikir dan dijalankan.

SD adalah masa pembentukan paling dasar dari kepribadian dan karakter anak. Karena pertimbangan ini, kami coba sekuat tenaga memilihkan sekolah yang benar-benar terbaik untuk pengembangan karakter anak, terutama menguatkan filosofi dasar tauhid-nya. Tidak ada satu sekolah pun di dunia ini yang dapat mengambil alih seluruh tanggung jawab pendidikan anak dari orang tuanya. Jadi filosofi pendidikan keluarga akan menentukan sekolah mana yang dipilih.

Akhirnya kami memilihkan satu SD yang tak terlalu jauh dari rumah, SD Nur Ar-Rahman di daerah Cihanjuang – Cimahi. Minggu lalu saya tungguin sendiri tes observasi anak saya, biasanya ibunya yang kebagian seperti ini. Tetapi karena Ibunya harus ngisi acara di Gamais ITB, jadilah saya satu-satunya Bapak yang nungguin sendiri anaknya di sana. Hehe…. Saya pilih sekolah ini karena jelas arah pengembangan karakternya kemana, dan sesuai dengan prinsip keluarga kami. Sejak awal kami juga coba komunikasikan dengan anak kami ini, kami ajak survey, kami sampaikan mengapa kami usulkan dia sekolah di tempat itu, dan kami kasih waktu dia berpikir. Ketika benar-benar dia mau, baru kami daftarkan ke sana.

Menurut kami langkah ini penting, biar anak kami ini tahu motif paling dasar mengapa dia sekolah di situ, bukan di yang lain seperti teman-temannya di kompleks yang tiap hari main sama dia. Dan ternyata anak 5.5 tahun itu sudah mengerti betul hal-hal seperti ini.

2 Responses to Memilihkan sekolah anak

  1. ayu riana says:

    Ass.wr.wb saya sdg cari2 info ttg tk nur ar-rahman dan kebwtulan melihat blog ini. Kalau boleh saya mau dapat info mengenai sekolah ini. Apa yg membuat sekolah ini baik utk anak? Sy ingin tahu pengalaman bapak krn kalau tanya pihak sekolah pasti diberi info yg baik2 saja.

  2. abuazmar says:

    Ketika memilih sekolah, saya dan istri sepakat tentang satu hal, yaitu bahwa sekolah bukanlah segala-galanya. Pendidikan yang utama adalah di rumah. Yang bisa saya sampaikan ttg sekolah itu kira-kira sbb:

    – Pakai ilmu yg cukup memadai untuk mengelola sekolah
    – Tahu keterbatasan, shg tak janjikan macam-macam
    – Punya metrik yang sederhana tapi pas untuk mengukur pencapaian pendidikan. Misalnya untuk ibadah, kelas sekian harus sudah terbiasa sholat dst.
    – Mengikutsertakan ortu. Misalnya di tetangga yg anaknya di atas kelas 4, ada pelajaran praktek ibadah. Ortu memberikan evaluasi keberjalanan sholat fardhu dan sholat malam anaknya.

    Anak kedua saya thn ini masuk kelas 1, dan saya alhamdulillah puas dengan kualitas pendidikan untuk anak pertama saya. Tapi ya itu tadi, kami realistis menuntut peran sekolah. Sekolah hanya menguatkan pendidikan di keluarga, bukan sebaliknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: