Blueprint TI Rumah Sakit

9-10 Desember 2009, minggu lalu, kami menyelenggarakan CPE tentang Penyusunan Blueprint TI untuk Rumah Sakit. Peserta yang hadir di antaranya dari RS Cipto Jakarta, RS Imanuel Bandung, RS Santo Yusuf Bandung, RS Atmajaya Jakarta, RS Pasar Rebo Jakarta, RS Islam Pondok Kopi, RS Islam Cempaka Putih Jakarta, PKU Muhammadiyah Bantul, RS Fatmawati Jakarta, RS Gambiran Kediri.

Berikut ini adalah materi-materi yang dibahas dalam CPE minggu lalu itu:

  1. Strategi Alignment antara TI dan Bisnis Rumah Sakit
  2. State of The Art Arsitektur Aplikasi untuk Rumah Sakit
  3. State of The Art Arsitektur Infrastruktur untuk Rumah Sakit
  4. State of The Art Tata Kelola TI untuk Rumah Sakit
  5. Manajemen Investasi dan Roadmap
  6. Step-by-step penyusunan Blueprint TI untuk Rumah Sakit (disertai template yang telah disediakan sebelumnya)

Berdasarkan sharing yang ada di CPE ini, implementasi TI di Rumah Sakit termasuk bidang yang mungkin termasuk tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. Terutama hal ini terjadi di kabupaten/kota, di luar ibukota propinsi. Implementasi TI untuk membantu proses bisnis Rumah Sakit masih terbatas. Masalah-masalah umum yang ada, yang sempat dishare misalnya adalah:

  1. Permasalahan Arsitektur TI
    • Sudah banyak dikembangkan aplikasi, tetapi aplikasi berdiri sendiri-sendiri sebagai pulau-pulau terpisah.
    • Khususnya untuk Rumah Sakit pemerintah, regulasi hampir tiap tahun berubah dan seringkali perubahan ini cukup drastis merubah proses bisnis, yang pada akhirnya membuat banyak perubahan di sisi sistem aplikasi
    • Aspek keamanan saat ini belum terlalu diprioritaskan, karena masalah harian mayoritas adalah aspek fungsionalitas sistem aplikasi, bagaimana bisa mengakomodir keinginan stakeholder yang bergerak cepat.
    • Infrastruktur TI mayoritas tidak didesain berdasarkan asas-asas desain infrastruktur yang memperhatikan aspek keamanan dan skalabilitas. Mungkin hal ini karena dianggap infrastruktur hanya support saja.
  2. Permasalahan Tata Kelola TI
    • Pengembangan sistem aplikasi seringkali gagal. Beberapa rumah sakit yang hadir di CPE ini ada menceritakan harus melakukan pembongkaran total sehingga baru di implementasi ketiga sistem bisa berjalan. Tentu saja ini melibatkan pergantian produk dan vendor yang berulang.
    • Posisi TI dalam struktur organisasi yang “MojoK”, minjam istilah Pak Rahmat dari RSCM. Posisi yang “mojok” ini dikarenakan persepsi TI yang dianggap bukan hal strategis di Rumah Sakit. Atau kalaupun dianggap strategis, tetapi pada kenyataanya sponshorship dari top management tidaklah terlalu kuat.
    • Organisasi TI mayoritas “dipaksa” untuk hemat SDM, sehingga untuk membuat struktur organisasi yang ideal harus banyak memutar otak.

Terima kasih bagi seluruh peserta atas kepercayaannya. Semoga ke depan benar-benar bisa terlaksana adanya forum penggiat TI untuk Rumah Sakit di Indonesia, seperti yang disampaikan di penutupan training.

6 Responses to Blueprint TI Rumah Sakit

  1. Yuli says:

    Saat ini RS kami sedang menyusun blueprint IT RS. Mohon informasinya kapan diselenggarakan kembali training tersebut. Terima kasih.

  2. Andre says:

    Salam kenal Pak,
    Mohon informasi jika training tentang blueprint IT Rumah Sakit.
    Saya berminat untuk mengikutinya.
    Terimakasih.

  3. Salam Kenal Pak
    Mohon ijin, untuk menawarkan kerjasama penyusunan blue print rumah sakit.
    Wasalam
    Yusup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: