Komite TI di Rumah Sakit?

Dari training bulan Desember 2009 (IT Blueprint Untuk RS) banyak sharing tentang permasalahan yang ada di penyelenggaraan TI Rumah Sakit. Yang menarik adalah beragamnya posisi TI dalam struktur organisasi. Ada yang di leher, ada yang di bawah salah satu direktur (dipimpin Manajer TI), atau ada yang hanya sebuah seksi yang menjadi bagian dari kesekretariatan.

Ada statemen dari peserta yang menarik: “Kalau ditanya ke pimpinan apakah TI itu penting, maka semua pimpinan akan selalu bilang bahwa TI itu penting. Tapi dalam kenyatannya tidaklah seperti itu. Untuk mendapatkan dana bagi pengembangan tidaklah mudah. Mayoritas kesibukan adalah menghandle hal-hal operasional harian, sehingga aspek strategis hampir tidak tersentuh”.

Kalau melihat best-practices IT Governance, sepertinya aspek IT Leadership di mayoritas RS Indonesia mungkin belum terlalu kuat. Mungkin ini jadi sebab utama mengapa alignment TI dan Bisnis RS jarang sampai pada level strategis, sehingga mayoritas keberadaan TI di RS hanya untuk otomasi proses bisnis saja. Mungkin masih jarang RS yang menempatkan TI sebagai aspek strategis, sebagai salah satu strategi meningkatkan customer retention atau bahkan memenangkan persaingan. Secara umum dari peserta training sepertinya yg menjadi value dari TI masih terbatas pada efisiensi saja, walaupun belum ada yang sampai bisa membuat analisa kuantitatif tentang ini.

Salah satu wacana yang ada dalam training ini adalah mungkinkah membentuk Komite TI di Rumah Sakit?

Saya pernah punya pengalaman di dua BUMN yang pada awalnya ownership dari program-program TI sangat lemah, sehingga TI tak terlalu dianggap di perusahaan itu. Salah satu obat mujarab adalah menguatkan IT Leadership dengan pendekatna Komite TI ini. Komite TI dipimpin bukan orang TI, tapi salah satu top executive perusahaan dan beranggotakan seluruh stakeholder, dimana TI ada di situ juga. Komite ini punya dua agenda prioritas misalnya seperti ini:

  1. Menetapkan agenda-agenda TI strategis bagi perusahaan. Jadi nanti kalau agenda strategis itu dieksekusi, maka sponsorship dipastikan didapatkan.
  2. Melakukan review atas kinerja TI dan value yang tercapai dari implementasi TI.

Mungkin ini bisa dipertimbangkan, biar effort TI lebih memiliki value.

One Response to Komite TI di Rumah Sakit?

  1. Andre says:

    Apakah hal tersebut dapat menggunakan Six Sigma, dimana sponsorship sudah pasti menjadi hal yang wajib dalam proses pemecahan masalah dan implementasinya?
    Sebab jika diperhatikan, proses yang dilakukan hampir mirip dengan Six Sigma.
    Artikelnya sangat berguna.
    Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: