Jalan rizki terdekat?

Dimanakah jalan rezeki itu?

Ada hadits Rasulullah tercinta, bahwa 9 dari 10 jalan rezeki adalah perniagaan. Memiliki usaha sendiri baik di sektor produksi, perdagangan, jasa, atau bidang-bidang lainnya adalah di antaranya. Untuk level negara, jika saja 10% warga negaranya mau terjun jadi enterpreneur, biasanya negara itu kuat secara ekonomi. Itulah yang seringkali disinggung Pak JK dulu.

Tapi menjadi enterpreneur itu ternyata hanya jalan lahiriah saja. Itu yang dapat kita pahami kalau kita merenungi ayat Al Qur’an tentang reward bagi orang bertaqwa itu:

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3)

Kalau Taqwa jadi jalan hidup dan disinergiskan dengan berbisnis, semoga itu jadi jalan rezeki yang luas dan penuh berkah. Berkah untuk pribadi, keluarga dan sesama tentunya. Kalau direnung-renungi lagi, mau jadi taqwa atau tidak itu hanya pribadi kita yang bisa menentukan. Artinya di sini, tinggal kita mau atau tidak. Artinya lagi, sebenarnya jalan rezeki itu dekat sekali dengan diri kita ini. Semakin berhasil kita mengendalikan diri ini, semakin Allah menunjukkan jalan-Nya ke pintu-pintu rezeki-Nya yang telah Dia janjikan.

Semoga kita masuk golongan itu. Amin.

Ketika Bencana Itu Mengenai Kita

Perumahan kami di daerah perbukitan, seperti tipikal perumahan yang ada di bukit-bukit Bandung Utara-Barat. Beberapa waktu yang lalu ada satu rumah yang ada di perumahan sebelah runtuh masuk jurang, padahal itu rumah baru diperbaiki dan mau ditempati. Saya terbayang betapa sedihnya keluarga yang akan menempati rumah itu, tapi itu masih harus disyukuri karena longsornya tidak saat sedang ditempati.

Tragedi di Situ Gintung Cirendeu – Tangerang saat ini juga mirip, dengan skala yang jauh lebih dahsyat. Selama puluhan tahun, bahkan sejak negara ini merdeka, situ buatan jaman belanda itu sudah ada. Ribuan keluarga beranak-pinak di sekitar sana dengan penuh kedamaian, dengan kondisi air tanah yang bisa dipastikan sangat bagus. Siapa menyangka bencana itu datang begitu tiba-tiba.

wargaberduka04

(Gambar dari DETIK – Pak Putut, semoga Allah memberikan kekuatan kepada Anda, yang harus mengikhlaskan anak satu-satunya dan istri tercinta. )

Terlepas dari bencana-bencana alam seperti itu seharusnya bisa diminimalisir dengan menerapkan berbagai pendekatan pencegahan, ada satu pelajaran penting yang bisa kita ambil: KITA TAK TAHU KAPAN AJAL DATANG DENGAN CARA APA. Mumpung masih ada kesempatan, semoga kejadian ini membuat kita semakin bisa memaknai hidup ini, bahwa hidup ini hanya satu episode dari sebuah perjalanan panjang.

We Will Not Go Down

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

HAMAS yang fenomenal

HAMAS adalah fenomena. Didirikan tahun 1987, sebagai saudara seperjuangan gerakan Ikhwanul Muslimin, ada juga yang mengatakan sebagai kepanjangan Ikhwanul Muslimin. Pendiri HAMAS adalah Syaikh Ahmad Yasin, sebuah figur yang mempunyai kekuatan menggerakan luar-luar biasa. Walaupun lumpuh, kekuatan hatinya bisa menggerakkan jutaan orang di Palestina, dan ratusan juta di seluruh dunia untuk tetap menautkan hatinya kepada Al Aqsha. Ingatlah, Al Aqsha itu milik seluruh kaum muslimin, keberadaan HAMAS seperti kaca pengingat akan hal ini.

Syaikh Ahmad Yasin

HAMAS memang pemilu secara demokratis dan jujur, MENANG MAYORITAS. Tapi lihatlah apa yang dilakukan oleh dunia internasional atas HAMAS. Di negara mana pun, dimana USA dkk punya kepentingan, demokrasi itu disetir seperti keinginan mereka. Kalau di pemilu 2009 atau 2014 nanti yang menang adalah partai-partai yang berlawanan dengan kepentingan mereka, mereka akan melakukan operasi apa saja untuk menjatuhkan rejim baru itu, setidaknya membuat operasi untuk membuat negara tak stabil. Kalau kata Pak Amien Rais waktu ditanya tentang Partai Republik dan Partai Demokrat di amerika, beliau bilang: SATU PERAMPOK, SATU LAGI PEROMPAK. SAMI MAWON MAS….

Ada satu hal yang paling mengagumkan dari HAMAS menurut saya: ketabahan dan kekonsistenannya. Di saat Fatah banyak korupsi, HAMAS-lah organsasi yang paling dipercaya oleh komunitas internsional untuk menyalurkan bantuan ke palestina. Itu sebelum pemilu, walaupun banyak negara yang mencap teroris Hamas. Tapi fakta lapangan tak bisa menipu.

Apakah HAMAS akan menang?

Insyaallah, saya yakin sekali. Syariatnya, mereka sudah bertahun-tahun digembleng oleh berbagai embargo dan rongrongan internal. Kemenangan Hizbullah tahun 2006 jadi pelajaran berharga, betapa persenjataan super modern Israel tak berkutik dengan senjata Home-made buatan Hizbullah. Lihatlah amerika yang pulang menekuk muka di Vietnam. Lihatlah amerika sekarang harus bangkrut salah satunya karena harus membiayai perang Iraq yang besar dana yang dikeluarkan sampai saat ini jauh melebihi yang digunakan mereka untuk Bail-out sektor finansial mereka.

Pelajaran lebih dari 20 tahun dalam tekanan adalah gemblengan tak terkira. Tapi HAMAS tak pernah surut, tak pernah sekali pun mencabut pernyataannya tentang negara palestina dan masjid Al Aqsha. Karena itu hal paling prinsip di perjuangan mereka. TAUHID… kalau menyimak pidato dan taushiah pemimpin mereka, dan juga menyimak risalah-risalah Ikhwanul Muslimin yang menjadi rujukan mereka, akan menjelaskan ini.

200811820327445734_8

Mari kita doakan rakyat Palestina, pejuang-pejuang HAMAS dan pejuang-pejuang islam yang sekarang menyambut kemenangan atau kesyahidan di bumi palestina. Dua pilihan terbaik, dua janji dari Allah SWT. Pejuang-pejuang yang mati syahid akan disholatkan malaikat dengan pakaian dan darah yang masih menempel, tidak perlu dikafani karena baju dan darah itu bukti keridhaan Allah. Pejuang syahid akan disambut malaikat sebagai salah satu golongan paling dimuliakan Allah, masuk surga tanpa hisab. Subhanallah, inilah hidangan Allah yang terpampang lebar saat ini di bumi Palestina. Tak semua muslim diberikan kesempatan seperti ini.

Kemarin di Denmark, sekarang di Indonesia

Belum lama dunia Islam diharu-biru oleh kartun muhammad, yang menghinakan Rasulullah SAW. Sekarang di Indonesia, dengan kartun yang diposting di blog wordpress. Jelas-jelas ini yang membuat adalah orang Indonesia. Saya tak kuat membaca sampai akhir, benar-benar terkutuk si pembuat tulisan itu. Saat membuat komentar di blognya, terasa sudah di ubun-ubun kemarahan ini, kalau ada di depan saya sudah saya mungkin saya sudah hajar habis-habisan itu orang. Tapi bukan seperti itu yang dicontohkah Rasulullah, makanya saya kuat-kuatkan tetap menulis dengan baik.

Mengapa?

Ada dua sebab utama saya melakukan itu:

  1. Dari sekian milyar orang islam sejak jaman Rasulullah, jika ditanya siapakah orang yang paling dahsyat dihinanya dan menderita karena memegang teguh Islam, tentu saja jawabannya adalah RASULULLAH. Dijuluki gila, tukang sihir dan panggilan-panggilan sejenisnya adalah makanan tiap hari beliau ketika fasa Makah. Bahkan pernah ketika Rasulullah ketika sholat, orang-orang kafir menaruh kotoran onta di kepala Rasulullah, sampai-sampai Fatimah menangis dan berurai air mata membersihkan kepala ayah tercintanya dari kotoran onta tersebut. Apakah Rasulullah membalas dengan menghinakan kembali? TIDAK, sama sekali tidak. Rasulullah tetap berlaku santun dan penuh budi luhur.
  2. Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di dunia saat ini, dibandingkan dengan agama mana pun, khususnya di Amerika dan Eropa. Penghinaan atas Islam dan Rasulullah dengan ide-ide spt di blog itu sudah kedaluarsa, itu dilakukan sejak zaman abad pertengahan, ketika Islam jaya di Cordoba. Saat itu Eropa adalah kegelapan, dan sarjana-sarjana mereka belajar ke pusat-pusat budaya dan ilmu pengetahuan di Cordoba. Saat itulah mulai muncul orang-orang dengan fanatisme sempit atas agamanya seperti itu. Lihat di buku Muhammad, karangan Karen Amstrong untuk detailnya. Penghinaan seperti itu telah terbukti dalam sejarah tak akan membuat Islam jadi semakin lemah. Ah tidak, terlalu sempitlah orang yang punya pikiran seperti itu. Apalagi cara yang dilakukan oleh penulis kartun versi Indonesia itu sangat-sangat jauh dari sisi ilmiah, jangan haraplah itu akan menggugah. Siapa pun yang membaca itu, jika masih berpikiran sehat, pasti akan dapat menangkap kalau tulisan itu sangat jauh dari obyektif. Tak perlu banyak analisa mendalam untuk mengatakan bahwa tulisan itu adalah produk kelas sampah. So, berabad-abad Islam dan Rasulullah telah dihina dengan cara dan isu yang itu-itu saja, dan terbukti Islam tetap berkembang dengan penuh kearifan.

So, buat yang menulis tulisan sampah seperti itu, percayalah nggak akan ngaruh itu tulisan Anda. Alih-alih Anda mau menyampaikan kebenaran menurut versi Anda, sekarang malah terbuka lebar-lebar bahwa bukanlah kebenaran yang Anda sampaikan, tapi kebohongan dan KEBODOHAN. Anda membuka sendiri kebohongan dan kebodohan Anda. Sungguh sebuah cara yang menggunakan kecerdasan paling rendah. Apakah Anda tidak belajar dari pendahulu-pendahulu Anda yang telah sesat itu?

Sibuk Bersyukur atau Sibuk Mencari Yang Kurang?

Salah satu hal paling mengagumkan dari konstruksi psikis seorang manusia ternyata adalah hubungan antara cara berpikir dan dampaknya atas fisiologis.

Dalam 2 bulan terakhir ini saya ketemu dengan salah satu dosen di salah satu PTN. Usia beliau sudah 60-an, tapi jauh lebih muda dibanding dengan orang-orang yg punya usia 45-50an. Setidaknya perbandingan ini dilakukan di salah satu kantor perusahaan dimana saya sedang ada pekerjaan di situ. Selain olahraga Tai Chi, beliau menekankan alasan lainnya: Mencoba Mensyukuri dan Menikmati Hidup aja.

Kalau mau dicari, selalu saja ada kekurangan atas hampir semua hal yang kita hadapi atau miliki: pasangan, pekerjaan, sekolah, rumah, kendaraan. Kita ini kreatif sekali kalau hanya mencari kekurangan-kekurangan. Semakin banyak sisi kekurangan yang bisa diidentifikasi, semakin negatif perspektif kita atas sesuatu kita. Hari demi hari berganti, jika semakin banyak kekurangan demi kekurangan yang diulang-ulang dalam memori pikiran dan hati ini, semakin emosi kita dibelenggu olehnya. Dan… semakin hidup jadi terasa sempit.

Mungkin inilah hikmah kenapa kita harus selalu mendahulukan syukur atas apa pun yang dititipkan sama kita saat ini, dibanding sibuk mencari yang kurang. Dan ini sangat relevan dengan sebuah teori bahwa Semakin kita bersyukur atas nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah, semakin ditambahkan rejeki untuk kita. Syukur tak sekedar ucapan, tapi diimplementasikan dalam mindset dan diikuti dengan pekerjaan. Kalau orang mencari rasionalitasi dari ayat itu, mungkin ini bisa jadi satu alternatif jawaban.

Luar biasa diri ini diciptakan…… Subhanallah…

Filosofi enterpreneurship

Dalam satu training enterpreneurship di Daarut Tauhiid beberapa tahun lalu, Aa Gym dalam salah satu sesinya menjelaskan cara pandang beliau tentang kriteria sukses berbinis secara islami:

Niatnya benar untuk beribadah,

Dilakukan secara profesional dan memegang akhlaqul karimah,

Menunaikan kewajiban berbagi kepada yang berhak setelah mendapatkannya.

Jadi itulah rejeki buat seorang muslim. Jadi rejeki itu tak sekedar kita dapat keuntungan dari bisnis kita. Berniat lurus  dan mengejar dengan tetap memegang nilai-nilai adalah rejeki juga. Dan sebenarnya yang kita infaqkan untuk berbagi setelah kita mendapatkan keuntungan dari berbisnis, itulah rejeki yang hakiki. Jadi ada dimensi tauhid, profesionalisme dan sosial dalam berbisnis itu.

Dasar dari seluruh cara pandang ini adalah logika tauhid dalam satu ayat Al Qur’an, bahwa rejeki itu urusan Allah, urusan manusia adalah berikhtiar secara benar. Dalam satu ayat dijelaskan: “Dan barangsiapa bertakwa, AKU jadikan buat dia makhraja (Jalan keluar dari berbagai kesulitan), dan AKU rejekikan kepadanya dari arah yang tak disangka-sangka”.

Berbisnis di kultur timur dan melayu seperti Indonesia kata banyak orang tak terlepas dari lobi. Banyak yang bilang lobi lebih penting dibandingkan profesionalisme. Benarkah? Kalau secara faktual seperti itu, berarti ada yang salah dalam tata sosial kita. Kalau lobi di atas segalanya, maka kualitas pekerjaan jadi nomor dua, dan praktik-praktik tak normal seperti KKN adalah konsekuensi logis dari norma yang sudah tak normal ini.

Kalau seorang Goethe saja bisa mewariskan kata mutiaranya: “Selalu banyak keajaiban setelah langkah pertama”, dalam perspekti filosofi bisnis seperti di atas “keajaiban-keajaiban” itu adalah sebuah makhraja dan rejeki tak disangka-sangka. Tapi itu ada tiketnya, yaitu ikhtiar. Ikhtiar itu tak sekedar berusaha, ikhtiar yg optimal itu tak bisa tidak harus disertai atribut profesionalisme. Marketing tetap penting, itu bagian dari profesionalisme, termasuk juga lobi. Tapi di sini jadinya lobi bukan segalanya. Saya yakin ada rahasia besar di balik seluruh rejeki yang kita terima, yaitu hikmah Allah. Allah Maha Tahu, apa yang kita sangka baik buat kita belum tentu baik menurut Allah buat kita, atau sebaliknya. Selama ikhtiar kita lurus dan sampai titik optimal, cukuplah tawakal sesudahnya, dan setelah itu hikmah Allah akan memilihkan yang terbaik buat kita.

Gampang menuliskannya, setengah mati melaksanakannya. Semoga kita bisa tetap lurus…