Persoalan umum implementasi TI di Rumah Sakit

Program CPE kedua tentang Penyusunan IT Blueprint untuk Rumah Sakit alhamdulillah berjalan lancar kira-kira 2 minggu yang lalu. Yang menarik dari penyelenggaraan kedua ini adalah tipikal pesertanya. Jika di penyelenggaraan pertama pesertanya mayoritas memang orang TI, di penyelenggaraan kedua ini adalah manajemen eksekutif rumah sakit dan bahwan owner rumah sakit (dalam hal ini RS swasta).

Tentu saja cara pandangnya jadi agak beda, dan karena itu pula materi-materi dimodifikasi ulang. Intinya lebih ditekankan kepada hal-hal strategis seperti:

  1. Seberapa strategis sih TI untuk rumah sakit?
  2. Bagaimana memposisikan TI sebagai alat untuk menjadi competitive/comparative advantage dibandingkan dengan RS lain?
  3. Plus state-of-the-art arsitektur aplikasi dan infrastruktur

Beberapa yang menarik dan menjadi kesimpulan dari training adalah sbb:

  1. Setelah membahas berbagai case yang ada, akhirnya dapat kesimpulan bersama: TI itu strategis lho untuk Rumah Sakit-Rumah Sakit di Indonesia.
  2. Setidaknya poin pertama menjadi referensi penting. Nah, tapi nilai strategis TI bagi RS-RS di Indonesia masih jauh dari potensi yang sebenarnya ada. Beberapa persoalan berikut ini yang sempat dibahas dalam sesi training kemarin itu.
    • Strategic Alignment yang masih rendah – RS-RS di Indonesia secara umum masih belum memiliki pola bagaimana menurunkan arahan strategis TI yang diturunkan dari rencana bisnis RS. Karena pembahasan ini jarang sekali dilakukan, akhirnya implementasi TI di RS mayoritas hanya mengikuti trend: sistem informasi ini dan itu…. Kalau tetangga pakai itu, ya kita butuh itu…. sederhananya begitu. Jadi secara faktual memang TI belum dianggap hal strategis, walaupun teorinya disadari strategis.
    • Kapasitas manajemen TI yang belum optimal Struktur organisasi di RS-RS pemerintah sudah ditetapkan oleh regulasi dari depkes. Nah, regulasi dari Depkes ini sepertinya belum “tersibghoh” dengan panduan Tata Kelola TI yang dikeluarkan oleh Dewan TIK Nasional. Mau membuat Komite TI juga agak susah, karena berdasarkan regulasi tersebut sebuah komite harus di bawah salah satu direktur. Hal ini tidak dihadapi oleh RS swasta. Jadi ada bbrp RS swasta yang posisi TI di leher, sehingga jauh lebih powerfull.
    • IT Leadership yang masih lemah – Harus diakui bahwa mayoritas RS masih memandang TI hanya sekedar supporting, alat untuk ngolah data dan buat laporan. Nothing else. Manajemen eksekutif RS belum memposisikan TI sebagai aset strategis bagi bisnis RS. Faktor ini, ditambah dengan faktor kapasitas manajemen TI yang terbatas, berkelindan menjadi sebuah titik lemah utama implementasi TI di RS Indonesia.
    • SDM TI RS yang masih lemah SDM TI di RS Indonesia, mostly, belum sekuat seperti di sektor-sektor bisnis lainnya. Mungkin ini terkait dengan persepsi atas TI yang belum dianggap aset strategis di atas.
    • Tingkat kegagalan yang tinggi dalam implementasi sistem informasi – Yang menarik, ternyata jarang sekali RS yang bisa sekali jadi untuk implementasi aplikasi SIM Rumah Sakit mereka. Kegagalan 3-4 kali ternyata banyak sekali ditemui. Apakah ini karena ketidakmampuan vendor-vendornya ataukan pola hubungan TI (plus vendor) dengan BPO (Business Process Owner) di RS yang tidak baik? Perlu ditelaah lebih lanjut untuk hal ini.
    • Sistem banyak tapi tetap susah mendapatkan informasi manajemen – Sistem aplikasi banyak dikembangkan, tetapi masih pulau-pulau terpisah. Kalau mau terintegrasi, banyak yg akhirnya harus memakai solusi satu vendor. Tentu saja ada risiko di sini.

Semoga bermanfaat untuk mentransformasi RS di Indonesia, sehingga masyarakat lebih suka membelanjakan dananya di RS Indonesia daripada ke RS negeri tetangga yang menampung uang-uang hasil jarahan dari negeri kita ini. Sudah sumberdaya kita dicuri, uang hasil korupsi ditampung mereka, eh… sakit pun kita lebih suka ke sana.

Sorry utk paragraf terakhir.

The Incredible Benefits of FASTING

BERDASARKAN pendapat sejumlah ahli kesehatan, puasa dapat memberikan berbagai manfaat bagi yang melaksanakannya, di antaranya untuk ketenangan jiwa, mengatasi stres, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memelihara kesehatan dan kecantikan. Puasa selain bermanfaat untuk ketenangan jiwa agar terhindar dari stres, juga dapat menyehatkan badan dan dapat membantu penyembuhan bermacam penyakit.

Selain itu, puasa dapat membuat awet muda atau menunda proses ketuaan. Supaya kondisi fisik selalu sehat dan bugar, organ-organ tubuh harus mendapatkan kesempatan untuk istirahat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berpuasa.

Puasa bagi umat Islam merupakan salah satu Rukun Islam dan merupakan salah satu ibadah wajib selama bulan Ramadan. Bagi umat Islam, berpuasa merupakan salah satu ibadah yang harus dilakukan. Ada puasa wajib yang harus dilakukan pada bulan Ramadan, tapi ada juga puasa-puasa sunah seperti puasa Daud, puasa Arafah, puasa Senin-Kamis, dan puasa sunah lainnya.

Beberapa ahli dari negara-negara Barat dan Timur telah meneliti dan membuktikan tentang manfaat puasa. Tiga orang ahli dari Barat yang non-Muslim telah mengemukakan pendapat mereka tentang faedah puasa.

Ketiga orang ahli tersebut adalah Allan Cott M.D., seorang ahli dari Amerika, Dr. Yuri Nikolayev Direktur bagian diet pada Rumah Sakit Jiwa Moskow, dan Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika.

Allan Cott, M.D., telah menghimpun hasil pengamatan dan penelitian para ilmuwan berbagai negara, lalu menghimpunnya dalam sebuah buku Why Fast yang mengalami 17 kali cetak ulang dalam tempo sewindu. Di buku itu, Allan Cott, M.D. membeberkan berbagai hikmah puasa, antara lain:

a. To feel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental).

b. To look and feel younger (melihat dan merasa lebih muda).

c. To clean out the body (membersihkan badan)

d. To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.

e. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks).

f. To let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya).

g. To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa).

h. To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi).

i. To gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri).

j. To slow the aging process (memperlambat proses penuaan).

Sementara itu, Dr. Yuri Nikolayev menilai kemampuan untuk berpuasa yang mengakibatkan orang yang bersangkutan menjadi awet muda, sebagai suatu penemuan (ilmu) terbesar abad ini. Beliau mengatakan: what do you think is the most important discovery in our time? The radioactive watches? Exocet bombs? In my opinion the bigest discovery of our time is the ability to make onself younger phisically, mentally and spiritually through rational fasting. (Menurut pendapat Anda, apakah penemuan terpenting pada abad ini? Jam radioaktif? Bom exoset? Menurut pendapat saya, penemuan terbesar dalam abad ini ialah kemampuan seseorang membuat dirinya tetap awet muda secara fisik, mental, dan spiritual, melalui puasa yang rasional).

Alvenia M. Fulton, Direktur Lembaga Makanan Sehat “Fultonia” di Amerika Serikat menyatakan bahwa puasa adalah cara terbaik untuk memperindah dan mempercantik wanita secara alami. Puasa menghasilkan kelembutan pesona dan daya pikat. Puasa menormalkan fungsi-fungsi kewanitaan dan membentuk kembali keindahan tubuh (fasting is the ladies best beautifier, it brings grace charm and poice, it normalizes female functions and reshapes the body contour).

* *

PUASA memiliki banyak hikmah dan manfaat untuk kesehatan tubuh, ketenangan jiwa, dan kecantikan. Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat dan miliaran sel dalam tubuh bisa menghimpun diri untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.

Puasa dapat membuat kulit menjadi segar, sehat, lembut, dan berseri. Karena, setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan dari energi yang terkandung dalam zat gizi menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, dan pelupuk mata serta dalam bentuk lemak dan glikogen.

Manusia mempunyai cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan energi tersebut dapat bertahan selama 25 jam. Cadangan gizi inilah yang sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai pangan dari luar.

Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh dikeluarkan sehingga melegakan pernapasan organ-organ tubuh serta sel-sel penyimpanannya. Peristiwa ini disebut peremajaan sel.

Dengan meremajakan sel-sel tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh serta kulit kita. Oleh karena itu, orang yang sering berpuasa kulitnya akan terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri karena proses peremajaan sel dalam tubuhnya berjalan dengan baik.

Makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari, selain mengandung zat-zat gizi yang berguna untuk tubuh kita, juga mengandung bahan toksik atau racun yang kemudian tertimbun dalam tubuh. Bahan toksik atau racun yang ada dalam tubuh kita, jika sudah terlalu banyak dapat menyebabkan masalah pada tubuh antara lain, tubuh menjadi mudah lelah, daya tahan tubuh menurun, sehingga mudah sakit.

Dengan melakukan puasa, tubuh akan menggunakan energi cadangan. Penggunaan energi cadangan ini menyebabkan racun-racun terbuang dan sel-sel tubuh dibersihkan. Selain itu, di bagian pencernaan terjadi juga pengeluaran racun karena alat-alat pencernaan beristirahat sehingga dapat membersihkan diri, juga termasuk usus besar yang merupakan pusat kotoran.

Berpuasa selain bermanfaat untuk detoksifikasi atau proses pengeluaran racun secara menyeluruh, juga bermanfaat untuk menambah tenaga. Hal tersebut disebabkan racun-racun yang ada pada sel-sel dan jaringan tubuh telah dibersihkan, sehingga organ tubuh menjadi lebih bersih dan zat gizi yang masuk lebih mudah diserap.

Berpuasa dapat membantu meningkatkan penyerapan gizi dari makanan yang dikonsumsi karena dalam saluran pencernaan, sebelum makanan diserap harus mengalami proses perubahan terlebih dahulu dari bentuk padat menjadi komponen-komponen yang sangat halus. Pada saat berpuasa, saluran pencernaan beristirahat selama beberapa jam. Dengan diistirahatkannya saluran pencernaan tersebut akan menjadi lebih baik dalam memproses dan menyerap makanan yang dikonsumsi, sehingga akan lebih bertenaga, sehat, dan kuat.

Supaya selalu tercipta kondisi sehat, bugar dan cantik saat berpuasa, sebaiknya pada waktu berbuka maupun sahur selalu mengonsumsi makanan sehat yang memenuhi unsur pola makan empat sehat lima sempurna dan bergizi lengkap. Dengan cara itu, tentunya dapat menunjang ibadah puasa yang kita dilakukan. (Surtiningsih, kolomnis/pengamat kesehatan)***

Saya copas dari: http://andirahadi.multiply.com/journal/item/1/MANFAAT_PUASA_SENIN_DAN_KAMIS

Orang-Orang Kaya

Seorang dokter yang sangat dikenal dengan sepak terjangnya di berbagai situasi emergency peperangan dalam negeri dan luar negeri, menolong orang-orang yang dia namakan “The Most Neglected People”, dengan semangat kemanusiaan yang luar biasa. Tak ada yang membayar jasa dia di medan pertempuran itu. Taruhannya tidak main-main: nyawa! Sampai-sampai dia harus memberikan pengertian kepada istri dan ketiga anaknya kalau-kalau dia tidak pulang. Ketika ditanya apakah dia sudah cukup kaya sehingga lebih banyak waktunya untuk terjun ke berbagai medan perang seperti itu. Dia menjawab: “ya tidak juga, masih kurang juga”. Ketika ditanya apakah tidak tertarik untuk buka saja praktik dokter spesialis bedah tulangnya, di menjawab:

“Tapi saya sudah diberi kecerdasan, kesempatan kuliah dan kesehatan oleh Sang Maha Pencipta. Saya juga praktik profesional. Tapi tidak nikmat hidup hanya cari uang.”

Ketika menyimak wawancaranya dalam Kick Andy, yang dalam pikiran saya: ini orang dahsyat. Orang-orang seperti inilah yang disebut sebagai orang kaya sesungguhnya.

****

Selalu iri ketika melihat orang-orang yang begitu murah hati, bahkan menghabiskan waktu, harta bahkan nyawanya untuk membantu sesamanya seperti itu. Membaca dan menyimak cerita, wawancara atau buku tentang orang-orang seperti ini seperti mengisi kembali batere kejiwaan yang sudah menipis arus listriknya.

Umar ibnul-Khaththab RA., berkata, “Rasulullah menyuruh kami supaya bersedekah. Kebetulan ketika itu, aku mempunyai harta. maka kataku dalam hati, ‘Sekarang, aku dapat mengungguli Abu Bakar sekalipun aku tidak pernah mengunggulinya.’ Aku pun datang membawa separo hartaku. Rasulullah bertanya, ‘Berapa engkau tinggalkan untuk keluargamu?’ ‘Sebanyak itu pula,’ jawabku. Datanglah Abu Bakar membawa seluruh hartanya dan Rasulullah bertanya kepadanya, ‘Berapa engkau tinggalkan untuk keluargamu?’Jawabnya, ‘Aku tinggalkan buat mereka Allah dan Rasul-Nya.’ Aku (Umar) berkata, ‘Aku tidak akan dapat mengungguli Anda buat selama-lamanya.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

Semoga kita dikuatkan untuk menjadi orang-orang kaya itu.

Assholatu wa Assalamu ‘Alaika ya RASULULLAH

Tiada contoh terbaik di dunia ini, contoh untuk meraih kesuksesan dunia akhirat, kecuali Rasulullah SAW. Hari ini peringatan kelahiran Rasulullah SAW, saatnya kita melihat kembali: apakah kita sudah cukup ilmu tentang shirah Nabi? Berapa banyak yagn sudah menjadi akhlak kita? Berapa banyak yang belum menjadi akhlak kita?

Assholatu wa Assalamu ‘Alaika ya RASULULLAH

Kunci-Kunci Rejeki

Kadang kita merasa orang yang sangat tidak beruntung jika melihat perekonomian di atas kita sehingga kita sering tidak bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan…. Kita merasa kadang hidup sangatlah sulit dan atas itu semua kita mencari alasan untuk menyalahkan siapa atau apa….. Jarang atau bahkan kurang kita dalam melihat kenyataan yang ada disekitar kita.

Ada beberapa cara mungkin yang dapat kita jalankan jika ingin rejeki kita lancar dan berlimpah, di antaranya adalah :

1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasai, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, “Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, “Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)

Semoga kita dapat melakukan dan mempraktekannya demi kehidupan yang lebih baik. Amin ya Rabbi…..

..::Dari berbagai sumber terutama Al Quran::..

Dituliskan kembali dari : http://riyanwae.wordpress.com/2009/07/21/ayo-rebut-rejeki-kita/

Jalan rizki terdekat?

Dimanakah jalan rezeki itu?

Ada hadits Rasulullah tercinta, bahwa 9 dari 10 jalan rezeki adalah perniagaan. Memiliki usaha sendiri baik di sektor produksi, perdagangan, jasa, atau bidang-bidang lainnya adalah di antaranya. Untuk level negara, jika saja 10% warga negaranya mau terjun jadi enterpreneur, biasanya negara itu kuat secara ekonomi. Itulah yang seringkali disinggung Pak JK dulu.

Tapi menjadi enterpreneur itu ternyata hanya jalan lahiriah saja. Itu yang dapat kita pahami kalau kita merenungi ayat Al Qur’an tentang reward bagi orang bertaqwa itu:

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3)

Kalau Taqwa jadi jalan hidup dan disinergiskan dengan berbisnis, semoga itu jadi jalan rezeki yang luas dan penuh berkah. Berkah untuk pribadi, keluarga dan sesama tentunya. Kalau direnung-renungi lagi, mau jadi taqwa atau tidak itu hanya pribadi kita yang bisa menentukan. Artinya di sini, tinggal kita mau atau tidak. Artinya lagi, sebenarnya jalan rezeki itu dekat sekali dengan diri kita ini. Semakin berhasil kita mengendalikan diri ini, semakin Allah menunjukkan jalan-Nya ke pintu-pintu rezeki-Nya yang telah Dia janjikan.

Semoga kita masuk golongan itu. Amin.

Komite TI di Rumah Sakit?

Dari training bulan Desember 2009 (IT Blueprint Untuk RS) banyak sharing tentang permasalahan yang ada di penyelenggaraan TI Rumah Sakit. Yang menarik adalah beragamnya posisi TI dalam struktur organisasi. Ada yang di leher, ada yang di bawah salah satu direktur (dipimpin Manajer TI), atau ada yang hanya sebuah seksi yang menjadi bagian dari kesekretariatan.

Ada statemen dari peserta yang menarik: “Kalau ditanya ke pimpinan apakah TI itu penting, maka semua pimpinan akan selalu bilang bahwa TI itu penting. Tapi dalam kenyatannya tidaklah seperti itu. Untuk mendapatkan dana bagi pengembangan tidaklah mudah. Mayoritas kesibukan adalah menghandle hal-hal operasional harian, sehingga aspek strategis hampir tidak tersentuh”.

Kalau melihat best-practices IT Governance, sepertinya aspek IT Leadership di mayoritas RS Indonesia mungkin belum terlalu kuat. Mungkin ini jadi sebab utama mengapa alignment TI dan Bisnis RS jarang sampai pada level strategis, sehingga mayoritas keberadaan TI di RS hanya untuk otomasi proses bisnis saja. Mungkin masih jarang RS yang menempatkan TI sebagai aspek strategis, sebagai salah satu strategi meningkatkan customer retention atau bahkan memenangkan persaingan. Secara umum dari peserta training sepertinya yg menjadi value dari TI masih terbatas pada efisiensi saja, walaupun belum ada yang sampai bisa membuat analisa kuantitatif tentang ini.

Salah satu wacana yang ada dalam training ini adalah mungkinkah membentuk Komite TI di Rumah Sakit?

Saya pernah punya pengalaman di dua BUMN yang pada awalnya ownership dari program-program TI sangat lemah, sehingga TI tak terlalu dianggap di perusahaan itu. Salah satu obat mujarab adalah menguatkan IT Leadership dengan pendekatna Komite TI ini. Komite TI dipimpin bukan orang TI, tapi salah satu top executive perusahaan dan beranggotakan seluruh stakeholder, dimana TI ada di situ juga. Komite ini punya dua agenda prioritas misalnya seperti ini:

  1. Menetapkan agenda-agenda TI strategis bagi perusahaan. Jadi nanti kalau agenda strategis itu dieksekusi, maka sponsorship dipastikan didapatkan.
  2. Melakukan review atas kinerja TI dan value yang tercapai dari implementasi TI.

Mungkin ini bisa dipertimbangkan, biar effort TI lebih memiliki value.

Blueprint TI Rumah Sakit

9-10 Desember 2009, minggu lalu, kami menyelenggarakan CPE tentang Penyusunan Blueprint TI untuk Rumah Sakit. Peserta yang hadir di antaranya dari RS Cipto Jakarta, RS Imanuel Bandung, RS Santo Yusuf Bandung, RS Atmajaya Jakarta, RS Pasar Rebo Jakarta, RS Islam Pondok Kopi, RS Islam Cempaka Putih Jakarta, PKU Muhammadiyah Bantul, RS Fatmawati Jakarta, RS Gambiran Kediri.

Berikut ini adalah materi-materi yang dibahas dalam CPE minggu lalu itu:

  1. Strategi Alignment antara TI dan Bisnis Rumah Sakit
  2. State of The Art Arsitektur Aplikasi untuk Rumah Sakit
  3. State of The Art Arsitektur Infrastruktur untuk Rumah Sakit
  4. State of The Art Tata Kelola TI untuk Rumah Sakit
  5. Manajemen Investasi dan Roadmap
  6. Step-by-step penyusunan Blueprint TI untuk Rumah Sakit (disertai template yang telah disediakan sebelumnya)

Berdasarkan sharing yang ada di CPE ini, implementasi TI di Rumah Sakit termasuk bidang yang mungkin termasuk tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. Terutama hal ini terjadi di kabupaten/kota, di luar ibukota propinsi. Implementasi TI untuk membantu proses bisnis Rumah Sakit masih terbatas. Masalah-masalah umum yang ada, yang sempat dishare misalnya adalah:

  1. Permasalahan Arsitektur TI
    • Sudah banyak dikembangkan aplikasi, tetapi aplikasi berdiri sendiri-sendiri sebagai pulau-pulau terpisah.
    • Khususnya untuk Rumah Sakit pemerintah, regulasi hampir tiap tahun berubah dan seringkali perubahan ini cukup drastis merubah proses bisnis, yang pada akhirnya membuat banyak perubahan di sisi sistem aplikasi
    • Aspek keamanan saat ini belum terlalu diprioritaskan, karena masalah harian mayoritas adalah aspek fungsionalitas sistem aplikasi, bagaimana bisa mengakomodir keinginan stakeholder yang bergerak cepat.
    • Infrastruktur TI mayoritas tidak didesain berdasarkan asas-asas desain infrastruktur yang memperhatikan aspek keamanan dan skalabilitas. Mungkin hal ini karena dianggap infrastruktur hanya support saja.
  2. Permasalahan Tata Kelola TI
    • Pengembangan sistem aplikasi seringkali gagal. Beberapa rumah sakit yang hadir di CPE ini ada menceritakan harus melakukan pembongkaran total sehingga baru di implementasi ketiga sistem bisa berjalan. Tentu saja ini melibatkan pergantian produk dan vendor yang berulang.
    • Posisi TI dalam struktur organisasi yang “MojoK”, minjam istilah Pak Rahmat dari RSCM. Posisi yang “mojok” ini dikarenakan persepsi TI yang dianggap bukan hal strategis di Rumah Sakit. Atau kalaupun dianggap strategis, tetapi pada kenyataanya sponshorship dari top management tidaklah terlalu kuat.
    • Organisasi TI mayoritas “dipaksa” untuk hemat SDM, sehingga untuk membuat struktur organisasi yang ideal harus banyak memutar otak.

Terima kasih bagi seluruh peserta atas kepercayaannya. Semoga ke depan benar-benar bisa terlaksana adanya forum penggiat TI untuk Rumah Sakit di Indonesia, seperti yang disampaikan di penutupan training.

Kemandirian FOSS Indonesia?

Bulan ini sampai nopember diminta teman untuk gabung buat Roadmap FOSS Indonesia. Kerjaan ini di Kominfo. Pertemuan pertama ketemu dengan beberapa orang dari BPPT/Ristek, Aspiluki dan Pak Made Wiryana sebagai salah satu god father FOSS di Indonesia. Pertemuan yang menarik dengan masukan yang sangat konstruktif.

Kalau 5 tahun ke depan, mungkinkan sebagian besar layanan publik menggunakan FOSS yang diproduksi oleh anak negeri? Mungkinkan 10 tahun ke depan FOSS semakin banyak diadopsi oleh sektor swasta bahkan bisa menjadi salah satu komoditi ekspor, seiring dengan tumbuhnya industri perangkat lunak di Indonesia dan sinergisme dunia pendidikan, pelatihan dan penelitian?

Kami sekarang sedang mengumpulkan berbagai literatur penunjang, khususnya bagaimana FOSS yang sudah berhasil di negara-negara lainnya. Kalau ada masukan, sangat berterima kasih.

PBI 9/15/PBI/2007 mengadopsi FFIEC IT Examination Handbook?

Tahun lalu saya ada training tentang PBI ITRM ini. Pemahaman saya, PBI tentang ITRM untuk Bank Umum ini tidak akan terlalu jauh dari bagaimana Basel II menetapkan kriteria pengelolaan risiko operasional, karena risiko terkait TI merupakan bagian dari risiko operasional. Setelah pelajari berbagai publikasi tentang Basel, saya juga menemukan sekumpulan dokumen menarik tentang IT Examination Handbook. Serangkaian dokumen ini dirisilis oleh FFIEC (Federal Financial Institution Examinations Council), sebuah lembaga di US sono yang secara umum profilnya sbb:

The Council is a formal interagency body empowered to prescribe uniform principles, standards, and report forms for the federal examination of financial institutions by the Board of Governors of the Federal Reserve System (FRB), the Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), the National Credit Union Administration (NCUA), the Office of the Comptroller of the Currency (OCC), and the Office of Thrift Supervision (OTS), and to make recommendations to promote uniformity in the supervision of financial institutions. In 2006, the State Liaison Committee (SLC) was added to the Council as a voting member. The SLC includes representatives from the Conference of State Bank Supervisors (CSBS), the American Council of State Savings Supervisors (ACSSS), and the National Association of State Credit Union Supervisors (NASCUS).

Jadi tugas FFIEC ini menetapkan prinsip, standar dan form-form report, serta membuat rekomendasi untuk memastikan keseragaman dalam melaksanakan supervisi institusi keuangan di US sana. FFIEC ini mempublikasikan InfoBase yang berisi IT Booklet, Resources, Presentation dan Glossary yang ditujukan untuk menyediakan Just-In-Time Training untuk regulasi baru dan topik lain yang menjadi concern para auditor/penguji di lembaga berikut:

  • Federal Reserve Board
  • Federal Deposit Insurance Corporation
  • National Credit Union Administration
  • Office of Comptroller of the currency
  • Office of Thrift supervision

Berikut ini adalah link untuk infobase tersebut:

http://www.ffiec.gov/ffiecinfobase/index.html

Dan berikut ini adalah link untuk IT Booklet yang isinya merupakan IT Examination Handbook:

http://www.ffiec.gov/ffiecinfobase/html_pages/It_01.html

Nah, jika dibandingkan dengan dengan publikasi Surat Edaran BI yang menjelaskan lebih detail tentang PBI 9/15/PBI/2007 yaitu SE No. 30/DPNP maka kita akan mendapatkan kemiripan yang sangat antara IT Examination Handbook dengan SE No. 30/DPNP. SE No. 30/DPNP terdiri dari 10 bab, sedangkan IT Examination Handbook terdiri dari 10 dokumen. Yang tidak dirujuk dalam SE No. 30/DPNP hanya “Wholesale Payment System”.

Saya sudah sempat membandingkan konten masing-masing bab dalam SE No. 30/DPNP dan dokumen terkait dalam FFIEC IT Examination Handbook. TIdak persis sama, tetapi sangat mirip dan memang telah dimodifikasi.

Untuk regulasi sekelas PBI, saya membayangkan seharusnya BI juga merilis logbook yang akan menjelaskan kepada kita apa saja referensi yang digunakan, apa metodologi yang digunakan dan alasan-alasan apa saja yang digunakan untuk menyesuaikan berbagai referensi tadi dengan kebutuhan Indonesia, jika memang harus mengadopsi. Mungkin ini ada dan saya tidak tahu, tetapi ketika nyari-nyari ke website BI kok tidak ketemu ya? Mungkin ada yang tahu?

Dari beberapa seri training yang kami selenggarakan, ada banyak keluhan dari TI bank-bank khususnya bank menengah kecil tentang implementasi PBI ITRM ini. Pertanyaan paling dasar: tepatkan konstruksi regulasi ITRM untuk bank umum seperti PBI ini? Kalau kita bandingkan dengan ISO 27005 (Security Risk Management) maka kita dapat melihat perbedaan yang sangat mencolok dengan PBI ini.

ITRM menurut saya lebih ditekankan pada orientasi proses, apakah sebuah bank sudah menjalankan PROSES MANAJEMEN RISIKO TI? Karena profil risiko tiap bank bisa beda, proses manajemen risiko TI yang dijalankan bisa sama, tetapi konstruksi kontrol TI-nya bisa berbeda-beda.

PBI 9/15/PBI/2007, dengan format dokumen seperti itu, lebih cenderung membuat STANDARISASI KONTROL TI dibandingkan mendorong bank-bank umum menjalankan proses manajemen risiko TI-nya sendiri. Kalau memang ini benar terjadi, maka berbagai keluhan dari pihak perbankan sekarang ini tentang betapa berdarah-darahnya mereka yang harus mengimplementasikan PBI ITRM ini jadi masuk akal, karena lebih ke standarisasi kontrol dibandingkan dengan keberjalanan proses.